Bangun Karakter Anggota Pramuka Melalui Perkemahan Wirakarya 2025

Perkemahan Wirakarya 2025 di Desa Jenggrong menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penegak dan Pandega.

Selama 10 hari, terhitung mulai 18 hingga 27 Juni 2025, ratusan peserta terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial dan kemasyarakatan yang mengasah empati, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan sarana pendidikan nonformal yang sangat penting bagi perkembangan mental dan moral pemuda.

“Melalui kegiatan ini, adik-adik belajar langsung tentang cinta tanah air, kasih sayang kepada sesama, dan peran aktif dalam membangun masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan mencakup pemugaran rumah warga, pemeliharaan tempat ibadah seperti Mushola Babul Ulum dan Masjid Nurul Huda, serta pemeliharaan Balai Desa Jenggrong. Selain itu, para peserta juga aktif berinteraksi dengan warga pada malam hari, menciptakan suasana hangat dan akrab yang menghapus sekat antara peserta dan masyarakat.

Bupati juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan ini berlangsung cukup lama. Saya titip kepada aparat keamanan dan masyarakat untuk membantu menjaga peserta, agar kegiatan ini bisa sukses tanpa hambatan,” tambahnya.

Pengalaman lapangan selama perkemahan akan menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak harus dilakukan di dalam kelas, melainkan bisa dibentuk lewat pengalaman hidup bersama, berbagi, dan bekerja untuk kebaikan bersama.